Cegah Stunting Dengan Menjaga 1000 hari Pertama Kehidupan

Dipublikasikan Pada : Kamis, 25 Januari 2018, Dibaca : 383 Kali  

JAKARTA---Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes ketika membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI pada workshop peringatan Hari Gizi Nasional ke-58 Tahun 2018 yang diselenggarakan di gedung Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan Jakarta, mengajak masyarakat untuk cegah stunting dengan menjaga 1000 hari pertama kehidupan.

Dirjen Kesmas, dr.Anung Sugihantono, M.Kes., ketika memberi sambutan pada workshop peringatan Hari Gizi Nasional ke-58 Tahun 2018 di Auditorium Kemenkes, Jakarta.

Diungkapkan bahwa Stunting (anak kerdil) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir,  akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

 

“Bila postur tubuh sudah nampak sangat kurus, barulah sadar bahwa ada masalah pada anaknya”, tutur dr.Anung.

 

Hal tersebut mengindikasikan bahwa kebanyakan keluarga tidak memiliki pengetahuan tentang gizi dan perilaku kesehatan yang tepat, lebih khusus, masih banyak perempuan tidak menyadari pentingnya gizi bagi dirinya sendiri.

 

Sebagai contoh, kata dr.Anung, Riskesdes 2013, menyebut , lebih kurang dari 89,1% perempuan hamil yang mendapatkan tablet tambah darah, hanya 33,3% persen yang mengkonsumsi 90 tabel selama kehamilan.  Contoh lainnya, tambah dr.Anung lagi, adalah belum semua anak usia 0-5 bulan mendapat Aisr Susu Ibu (ASI) secara Ekslusif.  Data PSG 2016 menyebutkan hanya 54% yang menerima ASI Ekslusif.

 

Lagi-lagi, kata dr.Anung, hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat khusunya keluarga, membutuhkan pelayanan konseling ASI Ekslusif dan praktik-praktik pemberian makanan serta pola asuh bayi dan anak yang tepat agar tercukupi kebutuhan gizinya. Lebih utama adalah bagaimana masyarakat bisa membrikan dukungan kepada ibu dan ayah untuk memberikan makanan yang tepat bagi buah hatinya.

 

“Intervensi paling menentukan untuk dapat mengurangi dan memperbaiki gangguan yang terjadi pada anak, perlu dilakukan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK)”, ungkap dr.Anung

Nampak Sekretaris Ditjen Kesmas, dr.Kuwat Sri Hudoyo, MS turut hadir diantara para undangan

Untuk itu, salah satu prioritas pembangunan kesehatan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019 adalah perbaikan gizi , khususnya stunting (pendek/kerdil), karena hal ini merupakan prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusiayang dampaknya menimbulkan risiko penurnan kemampuan produktif suatu bangsa.

 

“Hal ini yang melatarbelakangi sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting” pungkas dr. Anung. –(fey)-